Showing posts with label ide bisnis. Show all posts
Showing posts with label ide bisnis. Show all posts

Wednesday, March 29, 2017

AYO TINGKATKAN PENJUALAN ANDA DENGAN STRATEGI SINERGI PROMOSI

Apa itu sinergi promosi? Yaitu menggabungkan data pelanggan dari beberapa orang dan melakukan promosi bergantian ke data yang sudah terkumpul melalui email.
Misalkan kami memiliki 1.000 alamat email, anda dan teman-teman anda masing-masing punya 1000 alamat email pelanggan/calon pelanggan. Terkumpullah 50 orang, sehingga ada 50.000 alamat email.
Bayangkan, kita masing-masing berhak menggunakan 50 ribu email sebagai alat promosi. Misalkan Anda menawarkan produk madu dengan harga 20.000. Dari 50 ribu email yang Anda kirim ada 1 % yang berminat, maka Anda mendapat pembeli sejumlah 500 orang dengan nilai penjualan 500x20000=Rp 10.000.000.

Wednesday, March 15, 2017

IDE BISNIS: Cara Menagih Uang Kost dengan Iming-Iming Hadiah

Pada suatu forum pelatihan wirausaha beberapa tahun lalu, ada seorang peserta yang punya usaha kost-kostan untuk mahasiswa. masalahnya adalah ada beberapa anak kost yang suka menunggak pembayaran uang kost dengan alasan belum mendapat kiriman orang tua. Setelah diselidiki ternyata umumnya orang tua mengirim uang sesuai jadwal. Kadang mereka menunggak berbulan-bulan kemudian pindah kost tanpa pamit.

Bagaimana solusinya?

Saturday, December 17, 2016

Ide Bisnis : Menampilan Merek Yang Unik

Salah satu cara untuk meningkatkan daya tarik calon pelanggan adalah dengan menampilkan keunikan. Anak-anak muda umumnya suka hal-hal yang unik. Merek es Pocong adalah salah satu merek yang unik sehingga memiliki daya tarik calon konsumen untuk mencobanya. Di daerah sekitar Cawang ada bengkel AC dengan nama AC Millan, mengingatkan group sepakbola. Tentu saja orang yang lewat di sekitar situ akan tersenyum dan tertarik terhadap nama yang unik ini. Suatu saat akan mencoba bengkel dengan nama aneh ini.

Di Jogjakarta ada rumah makan "Padang Jingglang". Saya belum pernah kesana, Dugaan saya ini bukan rumah makan masakan padang, tapi anak-anak muda jogja yang suka kreativitas dan keunikan sehingga timbul ide rumah makan padang jingglang yang dalam bahasa Jawa artinya "terang benderang".

Saturday, March 26, 2016

Technopreneurship, Tidak Selalu Membangun Pabrik (Artikel Bambang Suharno)


Bersama delegasi Indonesia, beberapa tahun lalu saya berkesempatan untuk untuk berkunjung ke Kota Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, untuk mengikuti seminar dan melihat sebuah pameran bisnis perunggasan terbesar di dunia, International Poultry Expo (IPE). Lokasi pameran sangat strategis, yakni di Georgia Convention Center. Tidak jauh dari sana, ada kantor pusat studio televisi CNN dan kantor pusat perusahaan  minuman ringan terbesar di dunia, Coca Cola.

Di pameran perunggasan, saya melihat bagaimana canggihnya teknologi diterapkan dalam pengembangan bisnis ayam, mulai dari kandang otomatis, sistem pemeliharaan yang terintegrasi dari pembuatan pakan ayam, pemberian pakan dan minum otomatis, teknologi menangkap ayam, memotong ayam hingga pengolahan daging dan telur ayam. Saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pemotongan ayam modern yang berlabel halal dengan standar Majelis Ulama setempat. Saya tidak terlalu kaget dengan teknologi tersebut karena saya tahu, sebagian dari teknologi tersebut ada yang sudah diterapkan di perusahaan-perusahaan pembibitan unggas (breeding farm) dan pabrik pakan modern di Indonesia seperti Japfa Comfeed, Charoen Pokpand Indonesia, Sierad Produce dan sebagainya.

 

Namun di luar semua itu tak kalah menariknya adalah kantor pusat Coca-cola yang berada di seberang lokasi pameran. Perusahaan Coca Cola didirikan tahun 1944 oleh Asa Griggs Candler yang semula pemilik sebuah toko kimia. Pada awalnya ia menjual minuman coca cola dalam sebuah kedai minuman semacam warkop di negeri kita. Para penggemar coca cola dimanapun, bila ingin menikmati minuman coca cola harus datang ke kedai, cukup dengan mengeluarkan kocek 5 sen dolar. Ramuannya adalah coke dicampur soda, yang membuat tubuh terasa segar.